Test Footer

Selasa, 15 November 2011

Satu bukan dua


Seorang guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya, �Apakah firman Tuhan yang saya ajarkan selama ini sudah dimengerti semua?�
Murid-murid menjawab, �Sudah, Bu guru!�
Lalu Ibu Guru melanjutkan, �Kalau begitu, minggu depan kalian akan dites oleh Kepala Pendeta. Apakah sudah siaaaap?�
Murid-murid menjawab, �Siaaap Bu Guru!�
Maka minggu berikutnya Kepala Pendeta datang ke kelas dan berkata kepada si Ibu Guru, �Bu, hari ini merupakan evaluasi pelajaran firman Tuhan yang selama ini Ibu ajarkan. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid-murid�.
Si Ibu Guru menjawab (dengan berharap si Kepala Pendeta memujinya),�Bapak bisa lihat sendiri kalau murid-murid saya pandai-pandai semuanya�.
Kemudian Kepala Pendeta bertanya kepada murid-murid, �Apakah kita boleh mencuri?�
Murid-murid menjawab, �Tidak boleh, Pak, sebab dilarang di dalam Hukum Taurat!�
Si Ibu Guru senyum-senyum senang.
Lalu si Kepala Pendeta melanjutkan, �Apakah kita boleh membunuh?�
Murid-murid menjawab, �Tidak boleh Pak, sebab itu juga dilarang didalam Hukum Taurat!�
Si Ibu Guru semakin bersemangat tersenyum.
Kepala Pendeta semakin penasaran dan bertanya lagi, �Nah, sekarang kalau kalian punya kucing di rumah lalu buntutnya kalian potong, berdosa nggak kalian?�
Mendapat pertanyaan seperti itu, murid-muridnya berpikir keras karena buntut kucing yang dipotong bukan berarti mencuri dan kucingnya tidak mati berarti tidak membunuh. Kelas menjadi hening �Tiba-tiba salah satu murid berdiri dan menjawab dengan suara nyaring,�Berdosa, Pak!�
Si Kepala Pendeta bertanya, �Kenapa menurut kamu berdosa?�
Si murid menjawab, �Sebab di dalam Matius 19:6 tertulis, �Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Sebab apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia�!�

0 komentar :

Poskan Komentar

Blogroll